Sabtu, 02 Juni 2012

STRESS AND HEALTH


Stress dapat didefinisikan sebagai suatu respon terhadap perubahan yang terjadi maupun peristiwa atau permasalahan yang menyiksa atau melampaui kemampuan seseorang untuk mengatasinya.
 SUMBER-SUMBER STRESS
A. Faktor Kepribadian
Terdapat tiga aspek kepribadian yang mempengaruhi seseorang dalam mengatasi stress, yaitu :
   1.   Type A/Type B Behavior Patterns
Friedman dan Rosenman mendeskripsikan karakteristik personality yang umum dari pria yang mengalami penyakit koroner sebagai Type A behavior pattern yaitu sebuah kelompok karakteristik yang kompetitif, dorongan kuat, dan bermusuhan yang dianggap lebih erat terkena penyakit jantung. Friedman dan Rosenman menamai kelompok yang lebih sehat sebagai Type B behavior pattern yang memiliki karakteristik tenang dan santai.
  2.  Hardiness = gaya kepribadian yang dikarakteristikkan dengan rasa keterikatan (daripada pengasingan), control (daripada ketidakberdayaan), dan menganggap masalah adalah sebuah tantangan daripada sebuah ancaman.
B. Faktor Lingkungan
   -TINDAK KRIMINAL, PELECEHAN SEKSUAL, DAN KEKERASAN
  -  KEHILANGAN ANGGOTA KELUARGA
  -  BENCANA ALAM
  -TERORISME
  - GANGGUAN SEHARI-HARI
  • Frustasi terjadi ketika kita tidak dapat mencapai apa yang kita inginkan.
  • Konflik terjadi ketika terdapat dua hal atau lebih yang ingin dicapai, tetapi terhalang oleh sebuah hal lain.
  • Tekanan = Stress yang muncul sebagai ancaman dari peristiwa negatif.
  •  Kodisi lingkungan  seperti temperatur, polusi udara, kebisingan, dan hal lainnya turut berperan dalam memicu stress.
  • Overload adalah sebuah perasaan ketika memiliki beban yang terlalu berat. Overload juga bisa mengarah pada burnout yaitu perasaan overload yang meliputi kelelahan mental dan fisik, yang terjadi akibat penumpukan stress sehari-hari.
  • Perubahan kehidupan adalah perubahan nyata yang jelas terlihat dalam kehidupan seorang yang membutuhkan penyesuaian diri ulang.
GENERAL ADAPTATION SYNDROME (GAS)
Seorang peneliti bernama Hans Selye mengungkapkan bahwa tubuh bereaksi pada stress dengan cara yang sama seperti tubuh berekasi pada infeksi atau luka.Tubuh memobilisasi diri untuk melakikam pertahanan dari ancaman dengan melakukan 3 tahap yang disebut dnegan General Adaptation Syndrome.
1.   Alarm reaction,Dalam tahap ini,yang bekerja adalah saraf simpatetik.Ketika terjadi stress,perubahan fisiologis seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah,pengalihan darah dari pencernaan ke otot,peningkatan pernafasan,dll,memberi suatu alarm seperti pegal,mual,pusing,dan rasa sakit lainnya.Di tahap ini, agak sulit dibedakan antara alarm yang diberikan tubuh sebagai tanda individu terserang penyakit atau sedang stress.              
2.   Resistance stage,selama tahap kedua,tubuh telah sepenuhnya memobilisasi pertahanan terhadap stress.Namun, jika muncul sumber stress baru,tubuh akan kurang mampu lagi untuk mengatasinya.Bila stress berlanjut,daya tahan tubuh akan habis sehingga mengarah pada tahap yang ketiga.
3.  Exhaustion stage,bila stress tidak berhenti, tubuh akan kelelahan dan pertahanan pun akan melemah.Kematian dapat terjadi pada tahap ini.Namun,stress sangat jarang menimbulkan kematian,tapi mampu mengacaukan fungsi-fungsi tubuh.
COPING WITH STRESS
Coping adalah upaya yang dilakukan oleh individu untuk mengatasi sumber stres dan mengontrol reaksi mereka terhadapnya. 
 ü Effective Coping
Metode efektif dalam menghapus sumber stres atau mengontrol reaksi kita terhadapnya adalah :
Removing Stress
Salah satu cara efektif dalam mengatasi stres adalah dengan cara menghapus sumber stres dari kehidupan kita.  Dalam berbagai cara, mengatasi stres dapat dilakukan dengan mencari sumbernya terlebih dahulu lalu kemudian menghilangkannya.
Cognitive Coping
Kognitif kita sangat erat kaitannya dengan reaksi kita terhadap stres. Metode yang digunakan dalam cognitive coping ini adalah Reappraisal. Reappraisal adalah mengubah pola pikir atau pandangan seseorang terhadap sebuah peristiwa yang berpotensi menimbulkan stres dengan tujuan untuk mengurangi tingkat stresnya.
Managing Stress Reactions
Ketika sumber stres benar-benar tidak dapat dihapus,opsi efektif lainnya adalah dengan cara me-manage psikologis kita dan reaksi psikologis kita terhadap stres.
 ü Ineffective Coping
Banyak usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk  menghilangkan stres namun hasilnya tidak efektif.Usaha itu mungkin hanya memberikan bantuan yang bersifat temporary terhadap penurunan stres namun tidak memberikan solusi jangka panjang.Dan bahkan justru dapat membuatnya menjadi semakin parah.3 contoh ineffective coping yang umum dilakukan adalah :
Withdrawal. Mengatasi stres dengan cara menarik diri/menyerah pada masalah yang ada.
Aggression. Reaksi yang umum dari kadaan frustasi adalah adalh aggression yaitu melakukan semacam penyerangan atau kemarahan yang sangat besar terhadap penyebab masalah.
Self-Medication. Mengatasi stres dengan cara menggunakan tembakau, alkohol, dan narkotika lainnya. Meskipun alkohol dapat mengurangi kecemasan secara temporer, ia tidak dapat menghilangkan sumber stres dan sering menyebabkan masalah.
Defense Mechanism. Menurut Freud, salah satu kunci fungsi dari ego adalah untuk membela seseorang dari penumpukan ketegangan. Ketika stres terjadi atau ketika ada konflik yang dikarenakan superego menghalangi keinginan id, maka terciptalah ketegangan psikologis yang harus dihilangkan dengan entah bagaimana caranya. Ketika mereka tidak terlalu sering digunakan mekanisme pertahanan itu efektif untuk digunakan. Mekanisme pertahanan utama adalah sebagai berikut :
1. Displacement. Ketika kita tidak mungkin melampiaskan kemarahan kita kepada orang yang membuat kita marah, kita dapat melampiaskannya kepada orang yang lebih aman.
2. Sublimation. Stres dikurangi dengan cara mengubah impuls ke kegiatan positif yang lebih di setujui seperti kegiatan sosial, belajar, dan berolahraga.
3. Projection. Seseorang mengurangi stres dengan cara memproyeksikan dirinya dengan orang lain.
4. Reaction Formation. Perasaan stres secara tidak sadar diubah keinginan yang berlawanan.
5. Regression. Stres dikurangi dengan cara kembali ke pola perilaku awal. Contoh : Seorang bos yang melampiaskan emosinya dengan marah-marah setiap ada masalah yang serius. Pelampiasan secara langsung ini dapat mengurangi stres dibandingkan apabila ia menahan-nahannya.
6. Rationalization. Mengurangi stres dengan cara menjelaskan sumber stres secara logika.
7. Repression. Mengurangi stres dengan cara menahannya,  lama kelamaan stres tersebut keluar dari alam sadarnya.
8. Denial. Penolakan yang sadar terhadap perasaan atau ide yang menjengkelkan.
9. Intellectualization. Mengurangi stres dengan cara mengubah si sumber stres ke dalam alasan yang lebih intelektual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar